BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Sastra adalah karya imajinatif manusia yang
bermediakan bahasa dan mempunyai nilai estetika dominan (Warren & WELLEK,
1956). Oleh karena itu, apa yang disebut dengan
sastra anak, tentunya mengacu kepada : kehidupan cerita yang berkolerasi
dengan dunia anak-anak (dunia yang dipahami anak-anak) dan bahasa yang
digunakan sesuai dengan perkembangan intelektual dan emosional anak (bahasa
yang dipahami oleh anak-anak).
Membahagiakan anak dapat dilakukan denga karya sastra.
Orang tua dapat mendidik (mendidik denga pesan-pesan moral yang terkandung
dalam cerita), sekaligus menghibur (menghibur dengan tampilan sastra yang layak
dan menarik bagi dunianya).[1]
Sebuah bentuk sastra disebut puisi jika didalamnya
terdapat pendayagunaan berbagai bahasa untuk mencapai efek keindahan. Bahasa
puisi tentulah singkat dan padat, dengan sedikit kata, tetapi dapat
mendialogkan sesuatu yang lebih banyak. Pendayagunaan unsure bahasa memperoleh
keindahan antara lain lewat permainan bunyi, yang biasanya berupa berbagai
bentukperulangan untuk memperoleh efek persajakan dan irama yang melodis
(Nurgiantoro, 2005;26-27).[2]
1.2 Rumusan
Masalah
1.2.1
Apa pengertian puisi
anak ?
1.2.2
Bagaimana isi
puisi yang akan dianalisis ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Puisi Anak
Pengertian puisi anak tidaklah sebiasa pengertian
puisi dewasa karena puisi anak, tentu seperti dengan perkembagan, pengetahuan,
dan perasaan anak yang masih sederhana. Oleh karenanya, dengan mencermati asfek
tipografi, bahasa, dan isinya, kita bias membedakan apa yang disebut dengan
puisi anak. Secara tipografi, puisi anak ditulis dengan bentuk bait-bait
sedangkan bahasanya sederhana, pendek, dengan penuh irama, dan isinya tentang
suatu pengalaman tertentu yang didapatkan, yaitu diceritakan dengan
mengesampingkan unsure setiap peristiwanya.
Subgenre dari puisi anak adalah: (1) Puisi
tradisional, yaitu puisi-puisi anak yang diciptakan pada zaman dulu, misalnnya
pantun, syair anak-anak, dan nyanyian-nyanyian anak yang berkembang disetiap
daerah. (2) Puisi modern, yaitu puisi-puisi anak pada zaman sekarang yang
banyak menghiasi buku-buku dan media massa.[3]
Penulis mengkatagorikan lagu anak-anak masuk dalam jenis
puisi anak; (1) dilihat dari dari bentuk da bahasanya, lau anak-anakini sangat
melodis dan berirama, seperti halnya puisi. (2) isinya berupa pengalaman dan
nasihat-nasihat yang berkaitan dengan kehidupan anak-anak sekarang.[4]
2.2 Puisi
yang akan dianalisis
KUPU-KUPU AMAT INDAH
buah karya: Muninggar Ferdiana
Warnamu amat indah
Sayapmu penuh dengan warna
Kau terbang mengelilingi awan
Kau yang menghibur diriku
Dengan tubuhmu yang amat indah
Kau hinggap di bunga
Kau selalu ada di pikiranku
Wahai kupu-kupu yang teramat indah
Kala mentari menyengat sayap
Kau tak dapat dihilangkan dari pikiranku
buah karya: Muninggar Ferdiana
Warnamu amat indah
Sayapmu penuh dengan warna
Kau terbang mengelilingi awan
Kau yang menghibur diriku
Dengan tubuhmu yang amat indah
Kau hinggap di bunga
Kau selalu ada di pikiranku
Wahai kupu-kupu yang teramat indah
Kala mentari menyengat sayap
Kau tak dapat dihilangkan dari pikiranku
SAHABAT SEJATIKU
Annisa Sekar Salsabila
Aku sedih, kau menghibur
Aku kecewa, kau membuatku senang
Dan bila aku tak bisa
kau pun mengajari
Sahabat,
Kau bagai malaikat bagiku
Kau bagaikan bidadari untukku
Semua kebajikan ada padamu
Sahabat....
Satu pintaku untukmu
Yaitu janji selalu erat
Tak pernah terpisah,
seumur hidup kita.
Annisa Sekar Salsabila
Aku sedih, kau menghibur
Aku kecewa, kau membuatku senang
Dan bila aku tak bisa
kau pun mengajari
Sahabat,
Kau bagai malaikat bagiku
Kau bagaikan bidadari untukku
Semua kebajikan ada padamu
Sahabat....
Satu pintaku untukmu
Yaitu janji selalu erat
Tak pernah terpisah,
seumur hidup kita.
2.3
Analisis Unsur Instrinsik Puisi
2.3.1 Unsur
Fisik
Ø Diksi
Diksi merupakan pilihan dan
susunan kata dalam karya satra. Diksi berbeda-beda tergantung pada tujuan akhir
yang hendak dicapai seorang penulis. Jenis diksi juga ditentukan oleh sifat
bentuk karya, tema, dan gaya yang berlaku pada suatu massa.
Diksi yang digunakan pada
puisi Kupu-kupu Amat Indah dan Sahabat Sejatiku adalah kata-kata yang
mudah dimengerti sebagaimana anak-anak yang membacanya pu akan mengerti makna
dari puisi tersebut. Seperti pada kata-kata “warnamu amat indah, sayapmu penuh dengan warna” itu merupakan,
penilain seorang anak ketika melihat seekor kupu-kupu yang terbang di awan. Dan
pada kata “ aku sedih, kau menghibur “
itu merupakan perasaan seorang anak yang mudah untuk diungkapkan.
Ø Pengimajian
Pengimajian yaitu, kata atau
susunan kata yang dapat menimbulkan khayalan atau imajinasi. Ada beberapa
pengimajian dalam kedua puisi tersebut.
KUPU-KUP AMAT INDAH
Warnamu amat indah à penglihatan
Sayapmu penuh dengan warna à penglihatan
Kau terbang mengelilingi awan à penglihatan
Kau yang menghibur diriku à perasa
Dengan tubuhmu yang amat indah à penglihatan
Kau hinggap di bunga à penglihatan
Kau selalu ada di pikiranku à perasa
Wahai kupu-kupu yang teramat indah à penglihatan
Kala mentari menyengat sayap à perasa
Kau tak dapat dihilangkan dari pikiranku à perasa
Warnamu amat indah à penglihatan
Sayapmu penuh dengan warna à penglihatan
Kau terbang mengelilingi awan à penglihatan
Kau yang menghibur diriku à perasa
Dengan tubuhmu yang amat indah à penglihatan
Kau hinggap di bunga à penglihatan
Kau selalu ada di pikiranku à perasa
Wahai kupu-kupu yang teramat indah à penglihatan
Kala mentari menyengat sayap à perasa
Kau tak dapat dihilangkan dari pikiranku à perasa
SAHABAT SEJATIKU
Aku sedih, kau menghibur à perasa
Aku kecewa, kau membuatku senang à perasa
Dan bila aku tak bisa à perasa
kau pun mengajari àperasa
Sahabat, à pengliahatan
Kau bagai malaikat bagiku à perasa, penglihatan
Kau bagaikan bidadari untukku àperasa, penglihatan
Semua kebajikan ada padamu à penglihatan
Sahabat.... à penglihatan
Satu pintaku untukmu à penglihatan
Yaitu janji selalu erat àperasa
Tak pernah terpisah, àpenglihatan, perasa
seumur hidup kita. à perasa
Aku sedih, kau menghibur à perasa
Aku kecewa, kau membuatku senang à perasa
Dan bila aku tak bisa à perasa
kau pun mengajari àperasa
Sahabat, à pengliahatan
Kau bagai malaikat bagiku à perasa, penglihatan
Kau bagaikan bidadari untukku àperasa, penglihatan
Semua kebajikan ada padamu à penglihatan
Sahabat.... à penglihatan
Satu pintaku untukmu à penglihatan
Yaitu janji selalu erat àperasa
Tak pernah terpisah, àpenglihatan, perasa
seumur hidup kita. à perasa
Ø Kata
Konkret
Puisi dituliskan dengan
kata-kata ang konkret untuk membangkitkan imajinasi pembaca, kata-kata harus
diperjelas.
Seperti dalam puisi Kupu-kupu Amat Indah untuk melukiskan seekor kupu-kupu yang sedang
terbang dengan sayapnya yang penuh warna dan selalu ada di pikirannya
berterbangan dan hinggap di bunga seperti pada kata: ”kau menghibur diriku, dengan tubuhmu yang indah” yang memang
berdasarkan penglihatan seorang anak terhadap kupu-kupu yang sedang terbang.
Sedangkan pada puisi Sahabat Sejatiku melukiskan
bahwa perasaan seorang anak yang jika sedang bersama temannya ada yang membuat
dia senang dan sedih, dan sesuatu yang baik selalu di ibaratkan sebagai malikat
dan bidadari seperti pada kata;”Kau bagaikan malaikat bagiku, dan Kau
bagaikan bidadari untukku”
Ø Bahasa
Figuratif
Bahasa
figurative juga disebut majas. Majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan
jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain.
Pada puisi Kupu-kupu Amat Indah terdapat majas
personifikasi yaitu majas yang membandingkan benda tidak bernyawa seolah
melakukan hal seperti makhluk yang bernyawa, seperti pada kata “Kala mentari menyengat sayap”.
Ø Rima
Rima dapat
menjadikan puisi lebih indah dan menjadiikan makna lebih kuat. Rima adalah
pengulangan bunyi yang berselang pada puisi.
Rima yang di
gunakan pada puisi Kupu-kupu amat Indah dan
Sahabat Sejatiku adalah rima tidak
beraturan.
Ø Tipografi
Tipografi
merupakan bentuk visual puisi dan merupakan pembeda penting antara puisi dengan
prosa dan drama. Larik-larik puisi tidak berbentuk paragraph namun berbentuk
bait.[5]
Tipografi pada
puisi Sahabat Sejatiku yaitu: satu
bait terdapat empat baris, dan satu baris ada tiga sampai empat kata.
2.3.2 Unsur
Batin
Unsur batin adalah unsure dalam puisi yang
ddisampaikan penyair melalui persamaan dan suasana jiwa ada tiga unsur batin
dalam hal puisi, yaitu: tema, nada dan suasana, serta amanat.
Ø Tema
Tema adalah pokok pikiran yang di ungkapkan penyair
dalam puisi. Tema berfungsi sebagai landasan utama dalam berpuisi. Tema itulah
yang menjadi kerangka sebuah puisi.
Tema pada puisi Kupu-kupu
Amat Indah adalah menggambarkan
seorang anak dengan kupu-kupu yang sedang terbang dan kupu-kupu itu membuat
anak itu merasa terhibur dengan keindahan yang dimiliki kupu-kupu tersebut.
Sedangkan tema pada puisi Sahabat
Sejatiku adalah seoran anak dengan
temannya yang saling menyayangi dan melengkapi satu sama lain.
Ø Nada dan
Suasana
Nada berhubungan dengan sikap penyair terhadap teks
puisi yang ditulisnya. Kesan menggurui, menasehati, mengejek, menyindir, atu
mencerittakn sesuatu kepada pembaca diolah menggunakan kata-kata dan
ditambahkan emosi. Sedangkan suasan menghubungkan puisi dengan pembaca.
Nada dan suasana pada puisi Kupu-kupu amat indah adalah riang dan gembira, sedangkan pada puisi
Sahabat Sejatiku adalah senang, bahagia dan terharu.
Ø Amanat
Amanat adalah maksud yang hendak di sampaikan atau
himbauan, tujuan yang hendak disampaikan kepada pembaca.
Amanat yang dapat diambil dari puisi Kupu-kupu Amat Indah dan Sahabat Sejatiku adalah pandai-pandailah
bersyukur kepada Tuhan yang telah menciptakan makhluk selain manusia juga ada
binatang yang indah yang bisa kita nikmati keindahannya, dan bersyukur kita
diberi teman karena kita manusia tidak bias hidup sendiri dan selalu
membutuhkan teman hidup.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa puisi yang
bertemakan keindahan makhluk ciptaan Tuhan menggunakan kata-kata yang mudah
dimengerti, banyak menggunakan imaji penglihatan, kata konket yang tidak begitu
sulit untuk dipahami. Hanya menggunakan majas personifikasi, dengan rima bebas
atau tidak beraturan dan menggunaka juga satu bait tiga sampai empat kata.
Puisi ini juga menggambarkan perasaan riang dan gembira yang selalu
mencerminkan kepolosan seorang anak-anak.
3.2 Saran
Semoga makalah ini dapat membantu para pembaca dalam
memahami unsure-unsur instrinsik pada puisi ini, bila ada kesalahan say aselaku
penulis berharap komentar dan kritik dari para pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Mursini. Bimbingan
Apresiasi Sastra Anak-Anak. Medan: USU Press. 2010
K.S, Yudino. Pengantar
Sejarah Sastra Indonesia. Jakarta: PT. Grasindo. 2007
Kurniawan, Heru. Sastra
Anak. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2009
http://www.garpits.blogspot.com/2011/12/puisi/.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar