27 Mar 2013

Unsur-unsur Instrinsik pada puisi




BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Sastra adalah karya imajinatif manusia yang bermediakan bahasa dan mempunyai nilai estetika dominan (Warren & WELLEK, 1956). Oleh karena itu, apa yang disebut dengan  sastra anak, tentunya mengacu kepada : kehidupan cerita yang berkolerasi dengan dunia anak-anak (dunia yang dipahami anak-anak) dan bahasa yang digunakan sesuai dengan perkembangan intelektual dan emosional anak (bahasa yang dipahami oleh anak-anak).

Membahagiakan anak dapat dilakukan denga karya sastra. Orang tua dapat mendidik (mendidik denga pesan-pesan moral yang terkandung dalam cerita), sekaligus menghibur (menghibur dengan tampilan sastra yang layak dan menarik bagi dunianya).[1]

Sebuah bentuk sastra disebut puisi jika didalamnya terdapat pendayagunaan berbagai bahasa untuk mencapai efek keindahan. Bahasa puisi tentulah singkat dan padat, dengan sedikit kata, tetapi dapat mendialogkan sesuatu yang lebih banyak. Pendayagunaan unsure bahasa memperoleh keindahan antara lain lewat permainan bunyi, yang biasanya berupa berbagai bentukperulangan untuk memperoleh efek persajakan dan irama yang melodis (Nurgiantoro, 2005;26-27).[2]

1.2  Rumusan Masalah

1.2.1        Apa pengertian puisi anak ?
1.2.2        Bagaimana isi puisi yang akan dianalisis ?


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Puisi Anak
Pengertian puisi anak tidaklah sebiasa pengertian puisi dewasa karena puisi anak, tentu seperti dengan perkembagan, pengetahuan, dan perasaan anak yang masih sederhana. Oleh karenanya, dengan mencermati asfek tipografi, bahasa, dan isinya, kita bias membedakan apa yang disebut dengan puisi anak. Secara tipografi, puisi anak ditulis dengan bentuk bait-bait sedangkan bahasanya sederhana, pendek, dengan penuh irama, dan isinya tentang suatu pengalaman tertentu yang didapatkan, yaitu diceritakan dengan mengesampingkan unsure setiap peristiwanya.
Subgenre dari puisi anak adalah: (1) Puisi tradisional, yaitu puisi-puisi anak yang diciptakan pada zaman dulu, misalnnya pantun, syair anak-anak, dan nyanyian-nyanyian anak yang berkembang disetiap daerah. (2) Puisi modern, yaitu puisi-puisi anak pada zaman sekarang yang banyak menghiasi buku-buku dan media massa.[3]
Penulis mengkatagorikan lagu anak-anak masuk dalam jenis puisi anak; (1) dilihat dari dari bentuk da bahasanya, lau anak-anakini sangat melodis dan berirama, seperti halnya puisi. (2) isinya berupa pengalaman dan nasihat-nasihat yang berkaitan dengan kehidupan anak-anak sekarang.[4]





2.2 Puisi yang akan dianalisis
KUPU-KUPU AMAT INDAH
buah karya: Muninggar Ferdiana

Warnamu amat indah
Sayapmu penuh dengan warna
Kau terbang mengelilingi awan
Kau yang menghibur diriku
Dengan tubuhmu yang amat indah
Kau hinggap di bunga
Kau selalu ada di pikiranku
Wahai kupu-kupu yang teramat indah
Kala mentari menyengat sayap
Kau tak dapat dihilangkan dari pikiranku

SAHABAT SEJATIKU
Annisa Sekar Salsabila

Aku sedih, kau menghibur
Aku kecewa, kau membuatku senang
Dan bila aku tak bisa
kau pun mengajari

Sahabat,
Kau bagai malaikat bagiku
Kau bagaikan bidadari untukku
Semua kebajikan ada padamu

Sahabat....
Satu pintaku untukmu
Yaitu janji selalu erat
Tak pernah terpisah,
seumur hidup kita.



2.3 Analisis Unsur Instrinsik Puisi

2.3.1 Unsur Fisik
Ø  Diksi

Diksi merupakan pilihan dan susunan kata dalam karya satra. Diksi berbeda-beda tergantung pada tujuan akhir yang hendak dicapai seorang penulis. Jenis diksi juga ditentukan oleh sifat bentuk karya, tema, dan gaya yang berlaku pada suatu massa.
Diksi yang digunakan pada puisi Kupu-kupu Amat Indah dan Sahabat Sejatiku adalah kata-kata yang mudah dimengerti sebagaimana anak-anak yang membacanya pu akan mengerti makna dari puisi tersebut. Seperti pada kata-kata “warnamu amat indah, sayapmu penuh dengan warna” itu merupakan, penilain seorang anak ketika melihat seekor kupu-kupu yang terbang di awan. Dan pada kata “ aku sedih, kau menghibur “ itu merupakan perasaan seorang anak yang mudah untuk diungkapkan.


Ø  Pengimajian

Pengimajian yaitu, kata atau susunan kata yang dapat menimbulkan khayalan atau imajinasi. Ada beberapa pengimajian dalam kedua puisi tersebut.
KUPU-KUP AMAT INDAH

Warnamu amat indah
                                      à penglihatan
Sayapmu penuh dengan warna
                       à penglihatan
Kau terbang mengelilingi awan
                      à penglihatan
Kau yang menghibur diriku
                            à perasa
Dengan tubuhmu yang amat indah
                 à penglihatan
Kau hinggap di bunga
                                     à penglihatan
Kau selalu ada di pikiranku
                            à perasa
Wahai kupu-kupu yang teramat indah
            à penglihatan
Kala mentari menyengat sayap
                       à perasa
Kau tak dapat dihilangkan dari pikiranku
      à perasa


SAHABAT SEJATIKU

Aku sedih, kau menghibur
                              à perasa
Aku kecewa, kau membuatku senang
             à perasa
Dan bila aku tak bisa
                                       à perasa
kau pun mengajari
                                           àperasa

Sahabat,
                                                          à pengliahatan
Kau bagai malaikat bagiku
                              à perasa, penglihatan
Kau bagaikan bidadari untukku
                      àperasa, penglihatan
Semua kebajikan ada padamu
                         à penglihatan

Sahabat....
                                                       à penglihatan
Satu pintaku untukmu
                                     à penglihatan
Yaitu janji selalu erat
                                      àperasa
Tak pernah terpisah,
                                        àpenglihatan, perasa
seumur hidup kita.
                                          à perasa





Ø  Kata Konkret

Puisi dituliskan dengan kata-kata ang konkret untuk membangkitkan imajinasi pembaca, kata-kata harus diperjelas.
Seperti dalam puisi Kupu-kupu Amat Indah  untuk melukiskan seekor kupu-kupu yang sedang terbang dengan sayapnya yang penuh warna dan selalu ada di pikirannya berterbangan dan hinggap di bunga seperti pada kata: ”kau menghibur diriku, dengan tubuhmu yang indah” yang memang berdasarkan penglihatan seorang anak terhadap kupu-kupu yang sedang terbang. Sedangkan pada puisi Sahabat Sejatiku melukiskan bahwa perasaan seorang anak yang jika sedang bersama temannya ada yang membuat dia senang dan sedih, dan sesuatu yang baik selalu di ibaratkan sebagai malikat dan bidadari  seperti pada kata;”Kau bagaikan malaikat bagiku, dan Kau bagaikan bidadari untukku”


Ø  Bahasa Figuratif
Bahasa figurative juga disebut majas. Majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain.
Pada puisi Kupu-kupu Amat Indah terdapat majas personifikasi yaitu majas yang membandingkan benda tidak bernyawa seolah melakukan hal seperti makhluk yang bernyawa, seperti pada kata “Kala mentari menyengat sayap”.

Ø  Rima
Rima dapat menjadikan puisi lebih indah dan menjadiikan makna lebih kuat. Rima adalah pengulangan bunyi yang berselang pada puisi.
Rima yang di gunakan pada puisi Kupu-kupu amat Indah dan Sahabat Sejatiku adalah rima tidak beraturan.

Ø  Tipografi
Tipografi merupakan bentuk visual puisi dan merupakan pembeda penting antara puisi dengan prosa dan drama. Larik-larik puisi tidak berbentuk paragraph namun berbentuk bait.[5]
Tipografi pada puisi Sahabat Sejatiku yaitu: satu bait terdapat empat baris, dan satu baris ada tiga sampai empat kata.

2.3.2 Unsur Batin
Unsur batin adalah unsure dalam puisi yang ddisampaikan penyair melalui persamaan dan suasana jiwa ada tiga unsur batin dalam hal puisi, yaitu: tema, nada dan suasana, serta amanat.
Ø  Tema
Tema adalah pokok pikiran yang di ungkapkan penyair dalam puisi. Tema berfungsi sebagai landasan utama dalam berpuisi. Tema itulah yang menjadi kerangka sebuah puisi.
Tema pada puisi Kupu-kupu Amat Indah  adalah menggambarkan seorang anak dengan kupu-kupu yang sedang terbang dan kupu-kupu itu membuat anak itu merasa terhibur dengan keindahan yang dimiliki kupu-kupu tersebut. Sedangkan tema pada puisi Sahabat Sejatiku  adalah seoran anak dengan temannya yang saling menyayangi dan melengkapi satu sama lain.
Ø  Nada dan Suasana
Nada berhubungan dengan sikap penyair terhadap teks puisi yang ditulisnya. Kesan menggurui, menasehati, mengejek, menyindir, atu mencerittakn sesuatu kepada pembaca diolah menggunakan kata-kata dan ditambahkan emosi. Sedangkan suasan menghubungkan puisi dengan pembaca.
Nada dan suasana pada puisi Kupu-kupu amat indah adalah riang dan gembira, sedangkan pada puisi Sahabat Sejatiku  adalah senang, bahagia dan terharu.

Ø  Amanat
Amanat adalah maksud yang hendak di sampaikan atau himbauan, tujuan yang hendak disampaikan kepada pembaca.
Amanat yang dapat diambil dari puisi Kupu-kupu Amat Indah dan Sahabat Sejatiku adalah pandai-pandailah bersyukur kepada Tuhan yang telah menciptakan makhluk selain manusia juga ada binatang yang indah yang bisa kita nikmati keindahannya, dan bersyukur kita diberi teman karena kita manusia tidak bias hidup sendiri dan selalu membutuhkan teman hidup.















BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa puisi yang bertemakan keindahan makhluk ciptaan Tuhan menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti, banyak menggunakan imaji penglihatan, kata konket yang tidak begitu sulit untuk dipahami. Hanya menggunakan majas personifikasi, dengan rima bebas atau tidak beraturan dan menggunaka juga satu bait tiga sampai empat kata. Puisi ini juga menggambarkan perasaan riang dan gembira yang selalu mencerminkan kepolosan seorang anak-anak.

3.2 Saran
Semoga makalah ini dapat membantu para pembaca dalam memahami unsure-unsur instrinsik pada puisi ini, bila ada kesalahan say aselaku penulis berharap komentar dan kritik dari para pembaca.








DAFTAR PUSTAKA

Mursini. Bimbingan Apresiasi Sastra Anak-Anak. Medan: USU Press. 2010

K.S, Yudino. Pengantar Sejarah Sastra Indonesia. Jakarta: PT. Grasindo. 2007

Kurniawan, Heru. Sastra Anak. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2009

http://www.garpits.blogspot.com/2011/12/puisi/.html





[1] Mursini, Bimbingan Apresiasi Sastra Anak-Anak, (Medan : USU Press,2010), hal.2
[2] Heru Kurniawan, Sastra Anak, (Yogyakarta : Graha Ilmu, 2009)hal.28
[3] Ibid, hal.28
[4] Ibid, hal.29
[5] http://www.garpits.blogspot.com/2011/12/puisi/.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar