15 Mei 2013

antara aku dan dia


Rumit
karya mia pratiwi
Ada tapi tak nampak
Tidak ada tapi terasa
Seperti iya namum tidak
Harus bagaimana? 

Aku wanita dan dia lelaki
Layaknya pasangan
tapi bukan kekasih
Lalu apa?

Rindu dan sayang
Terucap di bibirnya
Dan terasa dihatiku
Sumpah, ini tidak jelas !

Bingung melanda
Saat ada penawaran cinta
Kekasih tak punya
Tapi aku merasa dia ada
                                                         (GALAU tingkat dewa)

13 Mei 2013

Mengenal dan Mengetahui Gejala Penyakit Tyfus


Tifus dapat mengacu kepada beberapa hal berikut:
·         Demam tifoid, penyakit yang sering ditemukan di Indonesia yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica.
·         PenyakitRickettsia (typhus), penyakit yang disebabkan oleh bakteri genus Rickettsia yang disebarkan oleh kutu.

Demam tifoid, atau typhoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica, khususnya turunannya yaitu Salmonella Typhi. Penyakit ini dapat ditemukan di seluruh dunia, dan disebarkan melalui makanan dan minuman yang telah tercemar oleh tinja.
Penyakit Rickettsia atau tifus adalah berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri familia Rickettsiae. Penyakit ini disebarkan oleh arthropoda, khususnya kutu, tungau, dan caplak. Tiga jenis typhus utama adalah tifus epidemik, tifus endemik, dan tifus belukar. Jenis lain tifus yang juga sering ditemukan adalah penyakit Brill-Zinsser, yang merupakan tifus epidemik yang muncul kembali setelah bertahun-tahun sembuh. Tifus epidemik dan penyakit Brill-Zinsser disebabkan oleh bakteri 
Rickettsia prowazekii. Tifus epidemik disebarkan oleh kutu badan. Tifus endemik disebabkan oleh bakteri Rickettsia typhi, yang disebarkan oleh kutu. Tifus belukar disebabkan oleh bakteri Rickettsia tsutsugamushi (dahulu bernama Orientia tsutsugamushi), dan disebarkan oleh tungau dan caplak. Jenis tifus lainnya antara lain demam berbintik gunung Rocky, Rickettsialpox, demam Boutonneuse, tifus caplak Siberia, tifus caplak Australia, dan demam berbintik Oriental.

Gejala Demam Tifoid
Setelah infeksi terjadi akan muncul satu atau beberapa gejala berikut ini:
·         demam tinggi dari 39° sampai 40 °C (103° sampai 104 °F) yang meningkat secara perlahan
·         tubuh menggigil
·         denyut jantung lemah
·         badan lemah
·         sakit kepala
·         nyeri otot myalgia
·         kehilangan nafsu makan
·         konstipasi
·         sakit perut
·         pada kasus tertentu muncul penyebaran vlek merah muda


Cara Penularan Tipes/Tifus
Melalui makanan atau minuman yang sudah tercemar oleh bakteri Salmonella. Pada penderita Tifus, terdapat bakteri samonella pada aliran darah dan usus yang kemudian akan dikeluarkan melalui kotoran.
Penderita dapat menularkan penyakit ini apabila penderita meyajikan, dan memasak makanan atau memegang barang-barang yang biasanya digunakan untuk makan tanpa mencuci tangan dengan bersih terlebih dahulu.
Bisa juga disebabkan karena air yang diminum atau yang dipakai untuk mencuci pealatan makan seperti piring, gelas dan sebagainya atau mencuci sayur dan buah-buahan sudah tercemar oleh bakteri.

deskripsi berbagai kejadian dalam waktu yang lama


KLINIK DEKAT MASJID KELURAHAN CISAUK

Sekitar jam sepuluh malam aku dan bapakku melewati masjid. Jalanan yang tepat berada persis di depan klinik di kelurahan cisauk terbaca jelas papan tulisan yang berisikan bacaan tutup/ close, karena merasa dalam keadaan gawat darurat dan bapakku mengenal dokter yang praktek di klinik yang juga rumah seorang dokter itu, bapakku pun langsung membuka pagar dan mengucap salam seraya minta tolong.
Bapak-bapak yang baru pulang dari masjid pun lalu lalalng setelah kegiatan pengajian. Setelah menunggu cukup lama akhirnya terdengar suara kunci pintu yg terbuka bapak pun langsung menghadap dokter dan mengutarakan kepentingannya untuk memeriksa aku yang sedang duduk lemas di bangku antrian pasien.
Ibu dokter yang mengenal bapak dan aku dari kecil pun mau menolongku karena beliau memang sudah tidak asing denganku dan beliaulah yang dulu membantu persalinan ibuku maka dari itulah beliau langsung menanganiku sembari memulai perbincangan.
"Sebenarnya kliniknya sudah tutup, namun saya kenal dekat dengan kalian saya akan mencoba memeriksa kamu ". Begitu kata bu dokter, sambil memeriksa dan memberitahukan keluhan-keluhan yang aku sampaikan. Dan setelah memeriksakan aku, ibu dokterpun memanggil bapakku untuk mengingatkan minum obat dan memberitahu agar selalu menjaga kesehatan.
Malam ini terlihat sepi pasien selain memang karena sudah malam dan pasien pun sudah selesai menjalani pengobatannya. Jalanan sudah sepi hanya anak-anak muda yang sedang nongkrong di pinggir jalan dan bapak-bapak yang selesai menghadiri pengajian. Angin malam pun terasa menyentuhku saat aku akan pulang setelah berobat semakin pusing dan lemas badanku terasanya.
Sekitar jam setengah sebelas akupun sampai di rumah dengan membawa obat dan perasaan sedikit lega karena sudah diperiksa. Biasanya klinik itu selalu ramai pasien, dari pagi hingga malam dan pada sore harilah biasanya sedang banyak antrian pasien selain jaraknya dekat, terjangkau dan terpercaya pelayanannya pun sangat ramah.
Selain ramai pasien keadaan pun terasa gaduh, karena suara-suara batuk dari pasien, obrolan dari pengantar pasien juga suara lalu lalang kendaraan yang lewat depan klinik tersebut. Sampai tidak terdengar suara asisten dokter yang memanggil antrian pasien belum lagi suara tangisan anak-anak dan suara spiker masjid menjelang magrib karena waktu itu jam menunjukan sekitar setengah enam sore.
Di samping klinik juga terdapat warung sembako ataupun sekedar jajanan anak-anak dan rokok. Malam itu ada dua anak remaja sedang berbincang untuk membeli sesuatu di warung itu dengan temannya. Sudah tidak asing lagi kalau anak remaja sekarang membeli rokok. Dan sebelumnya saat aku dan bapakku baru sampai depan klinik seorang bapak terlihat memandangi kami yang berdiri di depan pager klinik yang bertuliskan tutup.
Namun tidak memberitahukan ataupun menegur sekedar memberi informasi, hanya lewat dan memandangi saja. Sempat pesismis takut dokternya tidak ada, karena sebelumnya aku sudah pergi ke dokter lain yang lebih dekat dengan rumah bersama mamahku sesudah magrib sekitar jam tujuh sebelum isya.
Tadinya aku tidak ingin pergi ke klinik karena malas jalan kaki, akhirnya di antar bapakku dan pergi ke klinik. Ternyata aku jadi pasien terakhir karena memang kliniknya tidak beroperasi selama 24jam hanya saja masih menangani pasien yang memang membutuhkan pertolongan dan dalam keadaan darurat, karena tidak mungkin juga menolak pasien yang sekarat bisa-bisa di hukumi warga.

12 Mei 2013

Sastra Anak



BAB II
PEMBAHASAN

A.                Pengertian Sastra Anak
Sastra anak adalah sastra yang secara emosional psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak, dan itu pada umumnya berangkat dari fakta yang konkret dan mudah diimajinasikan.
Berdasarkan kutipan dari Solehan bahwa kata sastra berarti karya seni imajinatif dengan unsur estetisnya dominan yang bermediumkan bahasa (Rene Wellek, 1989). Karya seni imajinatif tersebutdapat dalam bentuk lisan ataupun tertulis. Selanjutnya, kata anak dapat diartikan sebagai manusia kecil (KBBI, 2000:41). Kata anak yanng dimaksud disini bukanlah anka balita ataupun anak remaja, tetapi anak usia SD yang berumur antara 6 sampai 13 tahun.
Menurut Santoso (2003, 8.3) sastra anak adalah karya seni yang imajinatif dengan usur estetisnya dominan yang bermediumkan bahasa baik lisa maupun tertulis yang secara khusus dapat  dipahami oleh anak-anak dan eriidi tentang dunia ayangg akrab dengan anak-anak. Sementara itu, menurut Sarumpaet (Dalam Santoso, 2003, 8.3), sastra anak adalah karya satra yan dikonsumsi anak dan diurus serta dikerjakan oleh orang tua. Artinya, sastra anak ditulis oleh orang tua yang ditujukan kepada anak dan proses produksinya pun dikerjakan oleh orang tua.
Menurut Huck dkk (1987:5) isi kandungan yang terbatas sesuai dengan jangkauan emosional dan psikologi anak itulah yang, antara lain, merupakan karekteristik sastra anak. Sastra anak dapat berkisah tentang apa saja, bahkan yang menurut ukuran dewasa tidak masuk akal. Misalnya berkisah tentang binatang yang dapat berbicara, bertingkah laku, berpikir dan berperasaan layaknya manusia. Imajinasi dan emosi anak dapat menerima cerita itu secara wajar dan memang begitulah seharusnya menurut jangkauan pemahaman anak.
Secara garis besar Lukens mengelompokkan genre sastra anak ke dalam enam macam, yaitu realisme, fiksi formula, fantasi, sastra tradisional, puisi dan nonfiksi dengan masing-masing mempunyai beberapa jenis lagi. Genre drama sengaja tidak dimasukkan karena menurutnya, drama baru lengkap setelah dipertunjukkan dan ditonton, dan bukan semata-mata urusan bahasa-sastra (Nurgiyantoro,2005:15).
B.     Ciri Sastra Anak
Menurut Sarumpaet (Dalam Santoso, 2003:8.4), ada 3 ciri yang membedakan antara sastra anak dengan sastra orang dewasa. 3 Ciri itu yaitu:
1.                  Unsur pantangan, yaitu unsur yang yang secra khusus berhubungan dengan tema dan amanat. Artinya, sastra anak pantang atau menghindari masalah-masalah yang menyangkut tentang seks, cinta yang erotis, dendam yang menimbulkan kebencian atau hal-hal yang bersifat negatif.
2.                  Penyajian dengan gaya secara langsung, artinya tokoh yang diperankan sifatnya hitam putih. Maksudnya adalah setiap tokoh yang berperan hanya mempunyai satu sifat utama, yaitu baik atau jahat.
3.                  Fungsi terapan adalah sajian cerita harus bersifat menambah pengetahuan yang bermanfaat.

C.                Jenis dan Ragam Sastra Anak
Secara garis besar Lukens mengelompokkan genre sastra anak ke dalam enam macam, yaitu realisme, fiksi formula, fantasi, sastra tradisional, puisi dan nonfiksi dengan masing-masing mempunyai beberapa jenis lagi. Genre drama sengaja tidak dimasukkan karena menurutnya, drama baru lengkap setelah dipertunjukkan dan ditonton, dan bukan semata-mata urusan bahasa-sastra (Nurgiyantoro,2005:15). Enam genre anak tersebut adalah sebagai berikut:
1.Realisme
              Karakteristik umum cerita realisme adalah narasi fiksional yang menampilkan tokoh dengan karakter yang menarik yang dikemas dalam latar tempat dan waktu yang dimungkinkan. Ada beberapa cerita yang dapat dikategorikan ke dalam realisme, yaitu cerita realistik, realisme binatang, realisme historis dan ceritaolahraga(Nurgiyantoro,2005:15).
Realisme dalam sastra dappat dipahami bahwa cerita yang dikisahkan itu mungkinsajaa ada dan terjadi walau tidak harus bahwa ia memang benar-benar ada dan terjadi. Cerita mempresentasikan berbagai peristiwa, aksi, dan interaksi, yang seolah-olah memang benar, dan penyelesaiannyapun masuk akal dan dapat dipercaya. Realisme dibagi menjadi beberapa sub, yaitu :
a.       Cerita Realisme
Cerita realistik (realistic stories) biasanya bercerita tentang masalah-masalah sosial dengan menampilkan tokoh utamaprotagonis sebagai pelaku cerita. Masalah-masalah yang dihadapi tokoh itulah yang menjadi sumber pengembangan konflik dan alur cerita. Untuk cerita anak, cerita lebih banyak diselesaikan, tetapi harus tetap mempertahankan logika cerita. Cerita realistik dapat membawa pembaca anak untuk lebih memahami diri sendiri dan orang lain lewat pengembangan cerita, tokoh, dan konflik yang dapat dipercaya.
b.      Realisme Binatang
Cerita realisme binatang  (animal realism) adalah cerita tentang binatang yang bersifat nonfiksi. Ia adalah cerita tentang binatang, berbicara tentang binatang, misal yang berkaitan dengan habitat, cara dan siklus hidup dan lain-lain. Dalam hal ini fabel berbeda dengan cerita realisme binatang karena seringkali fabel mengandung personifikasi binatang yang memiliki konflik layaknya seperti manusia. Cerita realisme binatang meski tanpa personifikasi bisa dibuat secara menarik karena menawarkan efek keindahan. Misalnya,cerita tentang penjelajahan dan penemuan kebiasaan hidup, cara bertahan hidup, cara bergaul dengan sesamanya, dan lain-lain yang berhubungan tentang kehidupan binatang sesungguhnya.
c.       Realisme Historis
Cerita realisme historis (historical realism) mengisahkan peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Hal itu menentukan latar yang juga harus ber-setting pada masa lampau lengkap dengan konsekuensi faktual-logisnya. Cerita biasanya mengambil satu atau beberapa tokoh utama yang digunakan sebagai acuanpengembangan alur. Contoh cerita realisme historis misalnya Perang Diponegara, Perang Paderi, Untung Surapati. Realisme historis dapat dikembangkan menjadi fiksi historis yang didalamnya terdapat unsur imaginasi. Namun aspek imaginasi tersebut haruslah dipadukan secara integral dengan fakta.
Untuk menjadi satra anak, realisme historis haruslah dikemas dengan penuturan dengan cara penuturan dan bahasa yang sederhana dan lazimnya dilengkapi dengan gambar-gambar.
d.      Realisme Olahraga
Realisme Olahraga (sport stories) adalah cerita tentang berbagai hal yang berkaitan dengan dunia olahraga. Ia dapat berkaitan dengan jenis dan tim olahraga juga dapat berkaitan dengan dan dipakai untuk menanamkan karakter fairplay, kejujuran, kedisiplin, kesederajatan, dan lain-lain yang penting untuk pengembangan diri. Jika dikemas dengan cara-cara menarik, realisme olahrag tidak kalah menarik dibandingkan dengan cerita yang lain. Karena tak sedikit anak yang mengidolakan tokoh-tokoh olahraga.

 2. Fiksi Formula
Genre ini sengaja disebut sebagai fiksi formula yang karena memiliki pola-pola tertentu yang membedakannya dengan jenis lain. Jenis sastra anak yang dapat dikategorikan ke dalam fiksi formula adalah cerita misteri dan detektif, cerita romantis, dan novel serial (Nurgiyantoro, 2005:18).
Fiksi formula memiliki pola-pola tertentu yang membedakannya dengan jenis yang lain. Walau hal itu tidak mengurangi orisinilitas cerita yang dikreasikan oleh penulis, keadaan itu mau tidak mau merupakan sesuatu yang bersifat  membatasi. Jenis sastra anak yang merupakan sub fiksi formula adalah :




a.       Cerita Misterius dan Detektif
Jenis fiksi formula yang banyak dikenal orang adalah cerita misterius (mysteries) dan cerita detektif. Cerita misterius dan detektif biasanya dikemas dalam suatu waktu, lampau, kini atau mendatang. Cerita misteri menampilkan daya suspense , rasa penasaran, ingin tahu, lewat peristiwa dan tindakan yang tidak terjelaskan alias masih misterius namun pada akhirnya hal-hal tersebut pasti diuraikan. Contoh dari cerita misterius adalah novel serial Harry Potter (JK. Rowling), Goosebumps (RL. Stine) terjemahan keduanya dalam bahasa Indonesia banyak dijadikan koleksi buku anak-anak.
b.      Cerita Romantis
Cerita romantis (Romantic stories) bukan hal yang baru dalam realisme, dan kini banyak ditulis untuk pembaca muda. Cerita ini biasanyamenampilkan kisah yang simplisistis dan sentimentalis hubungan laki-laki permpuan, dan itu seolah-olah merupakan satu-satunya fokus dalam kehidupan remaja. Cerita romantis berbeda dengan romance, romansa, yang tidak masuk kategori fiksi formula. Cerita romansa justru memperlihatkan adanya kebebasan imajinasi dan kreativitas penulis dalam mengembangkan cerita.
c.       Novel Serial
Novel serial dimaksudkan sebagai novel yang diterbitka secara terpisah, namun novel-novel itu merupakan satu kesatuan unit. Novel-novel jenis ini memiliki beberapa fokus pengorganisasian walau juga dapat bersifat tumpang tindih. Novel serial memberi kemudahan kempada anaka yangingin secara cepat memahami dan menikmati cerita.

        3. Fantasi
Fantasi dapat dipahami sebagai cerita yang menawarkan sesuatu yang sulit diterima. Cerita fantasi dikembangkan lewat imajinasi yang lazim dan dapat diterima sehingga sebagai sebuah cerita dapat diterima oleh pembaca. (Nurgiyantoro, 2005:20).
Fantasi berbeda dengan cerita rakyat karena ceriita rakyat tidak pernah dikenali siapa penulisnya. Jenis sastra anak yang menjadi sub fantasi adalah sebagai berikut :
a.       Cerita Fantasi
Cerita fantasi (fantasi stories) dapat dipahami sebagai cerita yang menampilkan tokoh, alur, atau tema yang derajat kebenarannya diragukan, baok menyangkut (hampir) seluruh maupun sebagian cerita. Cerita Fantasisebenarnya juga menampilkan berbagai peristiwa dan aksi yang realistik sebagaiman halnya dalamcerita relaistik, tetapi di dalamnya juga terdapat sesuatu yang sulit diterima. Demikian juga berbagai cerita binatang yang dapat berbicara dan berperilaku seperti manusia, cerita yang berupa personifikasi manusia, juga dikategorikan dalam cerita fantasi.
b.      Cerita Fantasi Tinggi
Cerita fantasi tinggi sangat terasa konflik cerita yang berupa sisi baik dan sisi jahatnya. Tokoh yang dimunculkan sangat menarik dan meyakinkan pembaca. Setting yang digunakan luas dan bervariasi namun sering asing dan berbeda dengan kehidupan kita karena berangkat dari imajinasi seseorang.
c.       Fiksi Sain
Fiksi sain (science fiction) dapat dipahami dalam beberapa pengertian. Robert Heinlein , seorang pengarang fiksi sains, misalnya, mengemukakan bahwa fiksi sains adalah diksi spekulatif yang pengarangnya mengambil postulat dari dunia nyata sebagaimana yang kita ketahui dan mengaitkan fakta dengan hukum ala. Sebagai bagian dari cerita fantasi, fiksi sain kadang-kadang tidak mudah dibedakan apakah ia murni fantasi atau sain. Sebagai sebuah cerita yang hadir ke pembaca sebenarnya pembedaan tersebut tidak terlalu penting. Namun, yang jelas, walau telah diyakini lewat plausibillitas illmiah, fiksi sain tetap saja mengandung unsur ‘dipertanyakan kebenarannya.

        4. Sastra Tradisional
Istilah “tradisional” dalam kesastraan (traditional literature atau folk literature) menunjukkan bahwa bentuk itu berasal dari cerita yang telah mentradisi, tidak diketahui kapan mulainya dan siapa penciptanya, dan kisahkan secara turun temurun secara lisan. Jenis cerita yang dikelompokkan ke dalam genre ini adalah fabel, dongeng
rakyat, mitologi, legenda dan epos (Nurgiyantoro,2005:22).
Istilah tradisionaldalam kesastraan trtadisional menunjukkkan bahwa bentuk ituberasal dari ceritayang telah mentradisi, tidak diketahui kapan mulainya dan siapa penciptanya dan dikisahkan secara turun-temurun melalui lisan. Didunia ini ditemukan  banyak sekali cerita rakyat, tidak terhitung jumlahnya, dan menjadi bagian kebudayaan masyarakat pemiliknya. Tampaknya ada banyak cerita tradisional yang bersifat ‘universal’ , misalnya kisah Cinderella yang ternyata di negara lainnya memiliki kisah semacam itu yang mirip. Sub sastra tradisional meliputi, :
a.       Fabel
Fabel adalah cerita binatang yang dimaksudkan sebagai personifikasi karakter manusia. Tokoh cerita dalam fabel adalah binatang-binatang yang dapat berperan layaknya manusia. Cerita fabel secara umum tidak panjang, di dalamnya terdapat pesan moral yang secara nyata disampaikan di akhir cerita. Pemilihan tokoh binatang dalam fabel dimksudkan agar pesan moral yang diasampaikan menjadi lebih konkret disamping pembaca tidak merasa digurui. Setting pada fabel sendiri pada umumnya mengacu pada masa lampau.
b.      Dongeng Rakyat
Dongeng rakyat atau biasa disebut dongeng rakyat merupakan karya sastra yang diceritakan secara lisan dan turun-temurun. Dongeng pun memuat kandungan moral yang sangat terlihat jelas sisi baik dan buruknya. Tokoh dalm dongeng bisa sesama manusia ataupun divariasi dengan makhluk lain seperti binatang dan makhluk halus. Alur cerita dongeng biasanya progresif untuk lebih mudah memahami jalannya cerita. Konflik pada dongeng tidak terlalu rumit, juga klimaks biasa ditempatkan pada akhir kisah. Penutup dongeng berupa nada sentimental yakni kata yang biasanya ‘Akhirnya mereka hidup bahagia..’. Dongeng bersifat universal dimana dongeng dapat ditemukan di berbagai negara .
c.       Mitos
Mitos merupakan cerita masa lampau yang berhubungan dengan dewa-dewa maupun kehidupan supernatural yang lain. Dimana diseyiapa negsr memiliki karakteristik mitos yang berbeda. Mitos biasanya menampilkan cerita tentang kepahlawanan, asla-usul alam, manusia atau bangsa yang dipahami memiliki kekuatan suci. Kebenaran mitos sebenarnya dapat dipertanyakan namun masyarkat disekitar tempat berkembangnya mitos tersebut tidak mempersoalkan atau bahkan meyakininya. Mitos- mitos yang berkembang di Indonesia sebagai contoh adalah cerita tentang Dewi Sri, Nyai Rara Kidul, dll. Alur cerita pada mitos bisa tunggal atau ganda yang dikaitkan dengan tokoh-tokoh. Mitos berkisah tentang berbagai persoalan kehidupan yang di dalamnya terdapat kehebatan-kehebatan tertentu yang diluar jangkauan manusia.
d.      Legenda
Legenda sering dirancukan dengan mitologi dengan mitologi. Betapapun demikian ciri khas legenda adalah terdapat kaitan dengan kebenaran sejarah dan kurang berkaitan dengan masalah supranatural.Kebenaran legenda dipertanyakan atau tidak bisa dipertanggungjawabkan. Legenda menampilkan tokoh-tokoh heo yang menampilkan aksi yang sangat mengesankan.  Contoh dari legenda misalkan Rara Jonggrang, Sang Kuriang, dsb.
e.       Epos
Epos merupakan sebuah cerita panjang yang berbentuk syair (puisi) dengan pengarangnya yang tidak pernah diketahui. Iepos menceritakan kisah kepahlawanan seorang tokoh hero. Cerita epos sarat dengan ajaran morsl ksrena aksi-aksi tokoh yang hebat, dan berani layakna seebagai pahlawan yang ideal baik fisik maupun moral. Cerita Panji, Mahabarata, Ramayanalah yang menjadi contoh cerita epos.

        5. Puisi
Puisi merupakan karya sastra yang mendayakan unsur bahasa untuk mencapai efek keindahan. Bahasa puisi tentulah singkat dan padat, dengan sedikit kata, tetapi dapat mendialogkan sesuatu yang lebih banyak. Keterjalinan secara harmonis diantara berbagai unsur kebahasaaan tersebut merupakan cara memperoleh keindahan dalam berpuisi. Untuk puisi anak, kesedrhanaan bahasa haruslah tetap menjadi perharian tersendiri dan kadang-kadng keindahan puisi justru terletak pada kesederhanaannya. Genre puisi anak dapat berupa puisi lirik tembang-tembang anak tradisional, lirik tembang tradisional, atau lirik tembang ninabobo, puisi naratif, dan puisi personal. (Nurgiyantoro,2005:27).

         6. Nonfiksi
Bacaan nonfiksi yang sastra ditulis secara artistik sehingga jika dibaca oleh anak, anak akan memperoleh pemahaman dan sekaligus kesenangan. Ia akan membangkitkan pada diri anak perasaan keindahan yang berwujud efek emosional dan intelektual. Bacaan nonfiksi dapat dikelompokkan ke dalam subgenre buku informasi dan biografi (Nurgiyantoro,2005:28).
Buku nonfiksi yang ditujukan pada anak memiliki keistimewaan tersendiri dimana terdapat sejumlah buku bacaan nonfiksi yang ditulis dengan kadar artistik yang tinggi, dengan memperhatikan pencapaian efekestetika lewat pemilihan unsur-unsur stile secara tepat dan tetap sesuai dengan bahasa anak. Bacaan nonfiksi yang sastra ditulis secara artistik sehingga dapat dibaca oleh anak, anak akan memperolehpemahaman dan kesenangan sekaligus. Buku nonfiksi dikelompokkan menjadi dua sub, yakni:
a.       Buku informasi
Buku informasi memuat informasi, fakta, konsep, hubungan antar fakta dan konsep dan lain-lain yang mampu menstimulan keingintahuan anak atau pembaca. Dari aspek bahasa buku nonfiksi tetap memperhatikan bahas figurati, diksi, citraan dan stile yang dihadirkan. Buku informasi mencakup tema dengan permasalahan sedeerhana hingga kompleks. Dsn ysng cocok untuk anak tentu saja buku dengan tema yanag sedrhana.
b.      Biografi,
Jika buku-buku informasional biasanya memiliki standart yang hampir sama, biografi lain penulis lain pula bentuk dan isinya. Biografi adalah buku yang berisi riwayat hidup seseorang , tentu saja tidak senua aspek kehidupan dan peristiwa dikisahkan, melainkan dibatasi pada hal-hal tertentu yang dipandang perlundan menarik untukndiketahui orangnlain. Selain untuk menguraikan kisah hidup seseorang biografi juga berfungsi untuk mengurai psndangan sikap dari tokoh yang ditulis. Saat ini banyak biografi tokoh-tokoh terkenal yang ditulis kembali berbentuk biografi sebagai bacaan anak-anak sehingga isi dan bahasanya lebih sederhana bahkan juga disertai gambar-gambar untuk ilustrasi agar lebih menarik.

Psikolinguistik


BAB II
PSIKOLINGUISTIK UMUM
Pada Bab II ini, kita akan membahas fungsi bahasa dan proses berbahasa pada orang dewasa, yang merupakan bagian dari psikolinguistik Umum karena menyangkut persepsi orang dewasa tentang bahasa dan bagaimana ia memproduksi bahasa.


A. FUNGSI BAHASA
Untuk menjelaskan hal itu, perlu dijelaskan terlebih dahulu tiga aspek penting dari fungsi bahasa, yakni:
• Speech Act
• Propositional Content
• Thematic Structure


1. Speech Act
Pada waktu seseorang berbicara, ia sebenarnya memperlihatkan suatu speech act tertentu yang dapat berupa action meminta, meyakinkan, berjanji, menyuruh dan lain-lainnya.
2. Propositional Content
Thematic Structure adalah penilaian tentang keadaan mental (mental state) pendengar pada saat seseorang berbicara.
3. Thematic Structure
Kalimat itu mempunyai fungsi memperinci ide-ide yang menjadi kerangka speech act. Ide-ide ini sering pula disebut sebagai ideational content dari sebuah kalimat atau dalam ilmu psikolinguistik disebut propositional content).

B. PROSES BERBAHASA
1. Mengenal bunyi-bunyi (the speech recognizer)
Sistem ini berfungsi untuk mengenal bunyi-bunyi yang diucapkan manusia sebagai suatu bahasa tertentu.
2. Analisis Kalimat atau parser
Fungsi analisis kalimat adalah untuk menganalisis struktur kalimat. Dalam hal ini ia harus mendeteksi bagaimana haisl roses kerjasama antara tiga sistem dalam CPU (Central processing Unit).
3. Sistem Konseptual (The Conceptual System)
Sistem konseptual merupakan inti dari penggunaan bahasa oleh manusia, oleh karena proses berpikir yang mendasari tingkah laku manusia seperti problem solving (pemecahan masalah), membuat keputusan (decision making), penggunaan bahasa dan lain-lain terdapat dalam sistem konseptual.
4. Generator Kalimat (The sentence Generator)
Sesudah struktur konseptual terbentuk pada seseorang, kini tinggal bagaimana mengekspresikan nya ke dalam bahasa ucapan. Tugas ini menjadi tanggungjawab generator kalimat.


5. Artikulator
Sistem ini berfungsi untuk mengucapkan kata-kata. Artikulatorbertugas menyampaikan susunan yang dibentuk oleh generator kalimat kepada bagian artikulais.
6. Leksikon
Lesikon mental meliputi semua pengetahuan yang dipunyai pemakai bahasa, yang berhubungan dengan akta-kata dalam khasanah perbendaharaan kata atau dengan akta lain arti akta-kata, ciri-ciri morfologi, ciri-ciri sintaksis, cara mengucapan, cara mengeja (Kempen, 1981, hlm. 16).

BAB II 
PSIKOLINGUISTIK UMUM
Pada Bab II ini, kita akan membahas fungsi bahasa dan proses berbahasa pada orang dewasa, yang merupakan bagian dari psikolinguistik Umum karena menyangkut persepsi orang dewasa tentang bahasa dan bagaimana ia memproduksi bahasa. 


A. FUNGSI BAHASA 
Untuk menjelaskan hal itu, perlu dijelaskan terlebih dahulu tiga aspek penting dari fungsi bahasa, yakni: 
• Speech Act
• Propositional Content 
• Thematic Structure 


1. Speech Act
Pada waktu seseorang berbicara, ia sebenarnya memperlihatkan suatu speech act tertentu yang dapat berupa action meminta, meyakinkan, berjanji, menyuruh dan lain-lainnya. 
2. Propositional Content 
Thematic Structure adalah penilaian tentang keadaan mental (mental state) pendengar pada saat seseorang berbicara. 
3. Thematic Structure 
Kalimat itu mempunyai fungsi memperinci ide-ide yang menjadi kerangka speech act. Ide-ide ini sering pula disebut sebagai ideational content dari sebuah kalimat atau dalam ilmu psikolinguistik disebut propositional content). 

B. PROSES BERBAHASA 
1. Mengenal bunyi-bunyi (the speech recognizer) 
Sistem ini berfungsi untuk mengenal bunyi-bunyi yang diucapkan manusia sebagai suatu bahasa tertentu. 
2. Analisis Kalimat atau parser 
Fungsi analisis kalimat adalah untuk menganalisis struktur kalimat. Dalam hal ini ia harus mendeteksi bagaimana haisl roses kerjasama antara tiga sistem dalam CPU (Central processing Unit).
3. Sistem Konseptual (The Conceptual System)
Sistem konseptual merupakan inti dari penggunaan bahasa oleh manusia, oleh karena proses berpikir yang mendasari tingkah laku manusia seperti problem solving (pemecahan masalah), membuat keputusan (decision making), penggunaan bahasa dan lain-lain terdapat dalam sistem konseptual.
4. Generator Kalimat (The sentence Generator) 
Sesudah struktur konseptual terbentuk pada seseorang, kini tinggal bagaimana mengekspresikan nya ke dalam bahasa ucapan. Tugas ini menjadi tanggungjawab generator kalimat.


5. Artikulator 
Sistem ini berfungsi untuk mengucapkan kata-kata. Artikulatorbertugas menyampaikan susunan yang dibentuk oleh generator kalimat kepada bagian artikulais. 
6. Leksikon 
Lesikon mental meliputi semua pengetahuan yang dipunyai pemakai bahasa, yang berhubungan dengan akta-kata dalam khasanah perbendaharaan kata atau dengan akta lain arti akta-kata, ciri-ciri morfologi, ciri-ciri sintaksis, cara mengucapan, cara mengeja (Kempen, 1981, hlm. 16).