12 Apr 2013

Tentang Sutan Takdir Alisyahbana



Sutan Takdir Alisyahbana dia di lahirkan di natal Sumatra utara pada tanggal 11 febuari 1908 . Dia adalah seorang guru besar Bahasa Indonesia.
Sutan Takdir Alisyahbana Menamatkan HKS Di Bandung Pada Tahun 1928 Dan Langsung Mengajar Dengan Menjadi Guru HKS Di Palembang Dari Tahun 1928 Sampai Dengan Tahun 1929, Sutan Takdir Alisyahbana Kemudian Mengambil Gelar Masternya Pada Tahun 1942 Dan Menerima Gelar Dr. Honoris Causa Dari Universitas Indonesia Pada Tahun 1979 Dan Dari Universiti Sains [ Penang, Malaysia ] Pada Tahun 1987. Menjadi Redaktur Majalah Pun Merupakan Hal Yang Pernah Dilakoni Sutan Takdir Alisyahbana, Yaitu Menjadi Redaktur Panji Pustaka Dan Balai Pustaka Pada Kurun Waktu Antara Tahun 1930 Hingga Tahun 1933. Kepeduliannya Terhadap Perkembangan Sastra Di Indonesia Amatlah Besar, Mungkinlah Hal Ini Juga yang Melatar Belakangi Sutan Takdir Alisyahbana Untuk Mendirikan Dan Memimpin Sendiri Majalah Pujangga Baru Dari Tahun 1933 Sampai Dengan Tahun 1942 Dan Dilanjutkan Lagi Pada Tahun 1948 Sampai Dengan Tahun 1953 Setelah Tidak Lagi Menjadi Dosen Bahasa Indonesia, Sejarah, Dan Kebudayaan Di Universitas Indonesia Yang Dijalaninya Antara Tahun 1946 Sampai Dengan tahun 1948.
Catatan Panjang Sutan Takdir Alisyahbana Dalam Mengajar Sastra Dan Bahasa Yang Juga Pernah Menjadi Pembina Bahasa Indonesia Dari Tahun 1947 Hingga 1952 Masih Ditambah Lagi Dengan Menjadi Guru Besar Tata Bahasa Indonesia Di Universitas Andalas, Padang Dari Tahun 1956 Sampai Dengan Tahun 1958, Dan Guru Besar Sekaligus Ketua Departemen Studi Melayu Universitas Malaya, Kuala Lumpur Sejak Tahun 1963 Hingga Tahun 1968. Sutan Takdir Alisyahbana Juga Pernah Menjadi Rektor Universitas Nasional, Jakarta, Ketua Akademi Jakarta [ 1970-1994 ], Dan Pemimpin Umum Majalah Ilmu Dan Budaya [ 1979-1994 ], Dan Direktur Balai Seni Toyabungkah, Bali Sampai Dengan Menutup Usianya Pada Tahun 1994, Tepatnya 17 Juli 1994.


Karir Sutan Takdir Alisyahbana Dalam Politik Dan Berorganisasi Pun Tidak Dapat Dikatakan Sedikit, Menjadi Anggota Parlemen Dari Periode 1945 Sampai Tahun 1949 Dari Partai Sosialis Indonesia, Anggota Komite Nasional Indonesia, Menjadi Anggota Konstituante Sejak 1950 Sampai Dengan Tahun 1960 Juga Pernah Dijabat Oleh Sutan Takdir Alisyahbana.
 Selain Itu, Sutan Takdir Alisyahbana Pernah Juga Menjadi Anggota Societe De Linguitique De Paris Sejak Tahun 1951, Anggota Commite Of Directors Of The International Federation Of Philosophical Sociaties [ 1954 - 1959 ], Anggota Board Of Directors Of The Study Mankind, AS Sejak Tahun 1968, Anggota World Futures Studies Federation, Roma Sejak Tahun 1974, Dan Anggota Kehormatan Koninklijk Institute Voor Taal, Land En Volkenkunde, Belanda Sejak Tahun 1976.
Kumpulan Karya Sutan Takdir Alisyahbana 
 * Tak Putus Dirundung Malang [ Novel Karya Sutan Takdir Alisyahbana, 1929 ]
 * Dian Tak Kunjung Padam [ Novel Karya Sutan Takdir Alisyahbana, 1932 ]
 * Tebaran Mega [ Kumpulan Sajak Karya Sutan Takdir Alisyahbana, 1935 ]
 * Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia [ Karya Sutan Takdir Alisyahbana Di Tahun 1936 ]
 * Layar Terkembang [ Novel Karya Sutan Takdir Alisyahbana, 1936 ]
 * Anak Perawan Di Sarang Penyamun [ Novel Karya Sutan Takdir Alisyahbana, 1940 ]
 * Puisi Lama [ Bunga Rampai Karya Sutan Takdir Alisyahbana, 1941 ]
 * Puisi Baru [ Bunga Rampai Karya Sutan Takdir Alisyahbana, 1946 ]
 * Pelangi [ Bunga Rampai Karya Sutan Takdir Alisyahbana, 1946 ]
 * Pembimbing Ke Filsafat [ Karya Sutan Takdir Alisyahbana Di Tahun 1946 ]
 * Dari Perjuangan Dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia [ Karya Sutan Takdir Alisyahbana Di Tahun 1957 ]
 * The Indonesian Language And Literature [ Karya Sutan Takdir Alisyahbana Di Tahun 1962]
* Revolusi Masyarakat Dan Kebudayaan Di Indonesia [ Karya Sutan Takdir Alisyahbana Di Tahun 1966 ]
 * Kebangkitan Puisi Baru Indonesia [ Kumpulan Esai Karya Sutan Takdir Alisyahbana, 1969]
 * Grotta Azzura [ Novel Tiga Jilid Karya Sutan Takdir Alisyahbana, 1970 & 1971 ]
 * Values As Integrating Vorces In Personality, Society And Culture [ Karya Sutan Takdir Alisyahbana Di Tahun 1974 ]
 * The Failure Of Modern Linguistics [ Karya Sutan Takdir Alisyahbana Di Tahun 1976 ]
 * Perjuangan Dan Tanggung Jawab Dalam Kesusastraan [ Kumpulan Esai Karya Sutan Takdir Alisyahbana, 1977 ]
 * Dari Perjuangan Dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia Dan Bahasa Malaysia Sebagai Bahasa Modern [ Kumpulan Esai Karya Sutan Takdir Alisyahbana, 1977 ]
 * Perkembangan Sejarah Kebudayaan Indonesia Dilihat Dari Segi Nilai - Nilai [ Karya Sutan Takdir Alisyahbana Di Tahun 1977 ]
 * Lagu Pemacu Ombak [ Kumpulan Sajak Karya Sutan Takdir Alisyahbana, 1978 ]
 * Amir Hamzah Penyair Besar Antara Dua Zaman Dan Uraian Nyanyian Sunyi [ Karya Sutan Takdir Alisyahbana Di Tahun 1978 ]
 * Kalah Dan Menang [ Novel Karya Sutan Takdir Alisyahbana, 1978 ]
 * Menuju Seni Lukis Lebih Berisi Dan Bertanggung Jawab [ Karya Sutan Takdir Alisyahbana Di Tahun 1982 ]
 * Kelakuan Manusia Di Tengah - Tengah Alam Semesta [ Karya Sutan Takdir Alisyahbana Di Tahun 1982 ]
 * Sociocultural Creativity In The Converging And Restructuring Process Of The Emerging World [ Karya Sutan Takdir Alisyahbana Di Tahun 1983 ]
 * Kebangkitan: Suatu Drama Mitos Tentang Bangkitnya Dunia Baru [ Drama Bersajak Karya Sutan Takdir Alisyahbana, 1984 ]
 * Perempuan Di Persimpangan Zaman [ Kumpulan Sajak Karya Sutan Takdir Alisyahbana, 1985 ]
 * Seni Dan Sastra Di Tengah - Tengah Pergolakan Masyarakat Dan Kebudayaan [ Karya Sutan Takdir Alisyahbana Di Tahun 1985 ]
* Sajak - Sajak Dan Renungan [ Karya Sutan Takdir Alisyahbana Di Tahun 1987 ] 

Selain Sebagai Guru Besar Tata Bahasa Indonesia, Sutan Takdir Alisyahbana Adalah Juga Seorang Editor. Sutan Takdir Alisyahbana Sempat Menjadi Editor Dari Beberapa Buku : 
* Kreativitas [ Kumpulan Esai, 1984 ]
 * Dasar-Dasar Kritis Semesta Dan Tanggung Jawab Kita [ Kumpulan Esai, 1984 ]





 Seperti Halnya Kebanyakan Tokoh Sastra Yang Sejaman Dengan Sutan Takdir Alisyahbana, Bakat Dan Kecintaan Mereka Terhadap Bahasa Juga Membuat Mereka Menterjemahkan Beberapa Buku Berbahasa Asing Kedalam Bahasa Indonesia, Beberapa Diantaranya Adalah : 
 * Nelayan Di Laut Utara [ Karya Pierre Loti, 1944 ]
 * Nikudan Korban Manusia [ Karya Tadayoshi Sakurai; Terjemahan Bersama Soebadio Sastrosatomo, 1944 ] 
 Adalah Tidak Mengherankan Jika Cerita Dan Riwayat Sutan Takdir Alisyahbana Kemudian Dibukukan. Sebagai Tokoh Yang Memiliki Banyak Kharisma Dan Banyak Dibutuhkan Referensi Sejarahnya. Buku Yang Menulis Tentang Sutan Takdir Alisyahbana :

 * S. Takdir Alisjahbana & Perjuangan Kebudayaan Indonesia 1908 - 1994 [ Oleh Muhammmad Fauzi, 1999 ]
 * Sang Pujangga, 70 Tahun Polemik Kebudayaan, Menyongsong Satu Abad S. Takdir Alisjahbana [ Oleh S. Abdul Karim Mashad, 2006 ] 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar