Tifus
dapat mengacu kepada beberapa hal berikut:
·
Demam
tifoid, penyakit yang sering ditemukan di Indonesia yang
disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica.
·
PenyakitRickettsia
(typhus), penyakit yang disebabkan oleh bakteri genus
Rickettsia yang disebarkan oleh kutu.
Demam tifoid, atau typhoid adalah penyakit yang
disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica, khususnya turunannya yaitu
Salmonella Typhi. Penyakit ini dapat ditemukan di seluruh dunia, dan disebarkan
melalui makanan dan minuman yang telah tercemar oleh tinja.
Penyakit Rickettsia atau tifus adalah berbagai
penyakit yang disebabkan oleh bakteri familia Rickettsiae. Penyakit ini
disebarkan oleh arthropoda, khususnya kutu, tungau, dan caplak. Tiga jenis
typhus utama adalah tifus epidemik, tifus endemik, dan tifus belukar. Jenis
lain tifus yang juga sering ditemukan adalah penyakit Brill-Zinsser, yang
merupakan tifus epidemik yang muncul kembali setelah bertahun-tahun sembuh.
Tifus epidemik dan penyakit Brill-Zinsser disebabkan oleh bakteri
Rickettsia prowazekii. Tifus epidemik disebarkan
oleh kutu badan. Tifus endemik disebabkan oleh bakteri Rickettsia typhi, yang
disebarkan oleh kutu. Tifus belukar disebabkan oleh bakteri Rickettsia
tsutsugamushi (dahulu bernama Orientia tsutsugamushi), dan disebarkan oleh tungau
dan caplak. Jenis tifus lainnya antara lain demam berbintik gunung Rocky,
Rickettsialpox, demam Boutonneuse, tifus caplak Siberia, tifus caplak
Australia, dan demam berbintik Oriental.
Gejala
Demam Tifoid
Setelah infeksi terjadi akan muncul satu atau beberapa
gejala berikut ini:
·
demam tinggi dari 39° sampai 40 °C (103°
sampai 104 °F) yang meningkat secara perlahan
·
tubuh menggigil
·
denyut jantung lemah
·
badan lemah
·
sakit kepala
·
nyeri otot myalgia
·
kehilangan nafsu makan
·
konstipasi
·
sakit perut
·
pada kasus tertentu muncul penyebaran
vlek merah muda
Cara
Penularan Tipes/Tifus
Melalui makanan atau minuman yang sudah tercemar
oleh bakteri Salmonella. Pada penderita Tifus, terdapat bakteri samonella pada
aliran darah dan usus yang kemudian akan dikeluarkan melalui kotoran.
Penderita dapat menularkan penyakit ini apabila
penderita meyajikan, dan memasak makanan atau memegang barang-barang yang
biasanya digunakan untuk makan tanpa mencuci tangan dengan bersih terlebih
dahulu.
Bisa juga disebabkan karena air yang diminum atau
yang dipakai untuk mencuci pealatan makan seperti piring, gelas dan sebagainya
atau mencuci sayur dan buah-buahan sudah tercemar oleh bakteri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar